Hujan

Kepada

Kota yang selalu ditulis dalam sajak

Aku penuh harap padamu

Saksikanlah bahwa

Aku melihat bulan di langit yang sama

Sejauh jarak engkau

Aku tak peduli pada titian rimba

Nyatanya pijaran di sudut Kota itu

Terlihat sama

Tidak ada pengganti

Tetap sama

Seperti hatiku yang menjaga waktu

Terima kasih

Sudah menjadi kota tempat sosok itu bernaung

Sampaikanlah

Sesuatu

Padanya

Jagalah dirinya baik-baik

Seperti aku

Menjaga diriku baik-baik

InsyaAllah

-KJ-

Kamu bisa apa

Katakan mungkin, lalu penuh harap
Walau orang lain bilang
Itu mimpi
Aku tak peduli
Karena itu kata mereka
Bukan kata Sang Ar Rahman
Kalau Allah bilang
Jadilah..!
Lantas, kamu bisa apa? Buktinya pernah dan bisa bertemu kan?dari jarak ratusan kilometer, dari sambungan satelit antah berantah,
Kuasa siapa?
Sang Ar Rahman

Dear yang hampir menjadi sebagian

Dari yang akan menjadi sebagian

-KJ-

Hujanku

Perkenalkan aku perisai jarak

Yang dilanda lara

Langkah gumuruh dengan derap lemah

Hati yang berselaput angin

Mencari aksara dalam titian luka

Memaksamu hadir

Membuka raut kesedihan karena rindu

Ya Aku rindu

Pada jejak kesungguhanmu itu

Bawalah aku beserta piluku

Tanpa hasrat dusta

Ringkih aku menahan sembilu

Pada jantungku

Yang setiap malam tergores ironi

Perkenalkan aku

Yang sedang pura-pura tangguh

Berbicara dengan asa yang sama

Dalam secangkir air dingin

Yang ditumpahkan Tuhan

Pada Semesta yang terdiam

Melihat

Aku

Merintih

Luka

Rindu

Lalu

Menangis

Pulanglah

Hujanku

-JK-